Bawaslu Kabupaten Serang Gelar Uji Keterbacaan Social Story Tata Cara Memilih untuk Pemilih Disabilitas Neurodivergent
|
SERANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Serang menyelenggarakan kegiatan uji keterbacaan social story tata cara memilih dalam pemilu secara khusus bagi kelompok disabilitas neurodivergent pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Serang dengan melibatkan 16 orang peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan, kepala sekretariat, staf, serta tenaga pendukung.
Selama ini, informasi teknis kepemiluan kerap disajikan dengan menggunakan bahasa yang rumit dan padat teks. Kondisi tersebut sering kali menyulitkan kelompok neurodivergent yang lebih mengandalkan pemahaman visual serta alur informasi yang konkret.
Menjawab tantangan tersebut, social story ini dikembangkan sebagai panduan visual edukatif yang menggambarkan situasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara runtut. Materi di dalamnya memuat panduan lengkap mulai dari tahap kedatangan, verifikasi kehadiran, proses pencoblosan, hingga memasukkan surat suara ke dalam kotak suara. Media ini sengaja dirancang menggunakan bahasa yang sederhana serta ilustrasi visual yang menenangkan guna meminimalkan kecemasan serta hambatan sensorik di lingkungan TPS.
Kasubbag Pengawasan Pemilu Bawaslu Kabupaten Serang, Elizabeth Rizka Da Lopez, menegaskan pentingnya penyesuaian media sosialisasi ini agar tepat sasaran bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kegiatan uji keterbacaan ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa media social story yang dikembangkan benar-benar akurat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan kognitif pemilih neurodivergent. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan informasi bagi mereka saat menyalurkan hak pilihnya nanti," ujar Elizabeth Rizka Da Lopez.
Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Kabupaten Serang melibatkan langsung para penyandang disabilitas neurodivergent, orang tua, komunitas pendamping, serta ahli terkait untuk memberikan masukan kritis terhadap kejelasan bahasa dan kenyamanan visual dari produk yang diuji.
Hasil dari uji keterbacaan ini akan menjadi dasar penyempurnaan akhir sebelum materi tersebut disebarluaskan secara masif menjelang hari pemungutan suara. Langkah inovatif ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam merangkul serta menjaga hak politik kelompok marginal dan disabilitas.
Melalui terobosan ini, diharapkan kelompok neurodivergent dapat merasa siap, percaya diri, dan mandiri dalam menyalurkan hak suaranya. Di sisi lain, Bawaslu Kabupaten Serang juga berharap langkah ini dapat mendorong penyelenggara pemilu lainnya untuk mengadopsi standar komunikasi yang lebih inklusif dan ramah terhadap ragam disabilitas.
Penulis: Rijalul Kahfi dan Sarbini
Foto: Yusuf Indrajat