Ari Setiawan – Deteksi dini potensi pelanggaran dan kerawanan Pilkada 2020

Ungkapan diatas dilontarkan oleh Ari Setiawan, Komisioner Bawaslu Kabupaten Serang, hadir sebagai Pemateri pada acara Sosisalisai pencalonan pemilihan bupati dan wakil bupati serang tahun 2020, yang di gelar KPU Kabupaten Serang, di Gedung PKPRI , jumat (24/1/20).

Ketua KPU Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, mengatakan, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman tentang bagaimana tata cara pencalonan untuk mendaftarkan diri menjadi bupati dan wakil bupati Serang pada Pilkada 2020. Abidin  menjelaskan salah satu syarat calon dari perseorangan harus mendapatkan dukungan dari warga Kabupaten Serang sebanyak 76.752 KTP yang tersebar di 50 persen plus satu jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Serang. “Berarti harus tersebar di 15 kecamatan, itu untuk calon perseorangan,” ujarnya.

Untuk calon dari partai politik paling tidak mendapat dukungan 10 kursi yang ada di DPRD Kabupaten Serang. Pendaftaran calon bupati dan wakil bupati baik dari perseorangan maupun partai politik akan di buka  pada bulan Juni mendatang.

Ari setiawan Koordiv Hukum data dan Informasi, menyampaikan, bawaslu kabupaten serang telah mendeteksi akan terjadinya pelanggaran pemilu, maka bawaslu telah mengkaji Indek Kerawanan Pemilu (IKP), IKP ini  merupakan upaya dari Bawaslu kabupaten serang untuk melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran dan kerawanan untuk kesiapan menghadapi pelaksanaan Pilkada 2020 ini.

“ ya kami di bawaslu sudah mengkaji Indeks Kerawanan Pemilu, itu upaya kami agar pelanggaran-pelanggaran pada pilkada dapat di minimalisir dan di hilangkan.

Ari juga berharap pilkada 2020 ini dapat di jalankan sesuai tahapan, dan pilkada ini berjalan  jujur dan adil, politik uang dan lainnya dapat di hilangkan.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *